Remediasi Dalam Kegiatan Pembelajaran


Remediasi dalam pembelajaran fisika
Remediasi dalam kegiatan pembelajaran. Pembahasan kali ini hanya akan fokus pada remediasi, jika anda tertarik pada remediasi miskonsepsi. Sebaiknya baca dulu postingan tentang miskonsepsi.
Pembelajaran di dalam kelas yang ditempuh oleh siswa memiliki tujuan tertentu. Salah satunya ialah ketuntasan dalam suatu kompetensi. Seringkali beberapa siswa tidak bisa menuntaskan pembelajaran yang di ikuti. Menurut permendiknas no. 41 tahun 2007 hal ini harus diatasi dengan kegiatan remedi. Istilah remedi memiliki beberapa padanan misalnya : remedial, remediasi. Kegiatan remedi dilangsungkan sebagai hak setiap murid. Remedi yang dimaksud bukanlah serta merta memberikan soal baru pada murid dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah. Tetapi, ada langkah-langkah yang harus ditempuh terlebih dahulu sebelum dilakukan remedi. 

Remedi merupakan usaha pengulangan pembelajaran dengan cara yang lain setelah dilakukan diagnosa masalah belajar (Depdiknas, 2007). Kalau dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran, kegiatan remediasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil (Sutrisno, Kresnadi, & Kartono, 2008: 22).
Tujuan guru melaksanakan kegiatan remediasi adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan menguasai kompetensi yang telah ditentukan agar mencapai hasil belajar yang lebih baik (Sutrisno, Kresnadi, dan Kartono, 2007 : 25). Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang guru harus terlebih dahulu mengetahui kelebihan dan kekurangan siswa yang dihadapi. Dengan demikian, guru dapat menemukan strategi yang tepat sesuai keadaan siswa di dalam kelas.
Remediasi merupakan bentuk pembelajaran yang menekankan pada perubahan konsepsi siswa dengan melakukan proses asimilasi dan  akomodasi. Dalam akomodasi siswa harus mengganti atau mengubah konsep-konsep [konsepsi, sic!] pokok mereka yang lama karena tidak cocok lagi dengan persoalan baru. Di sini ada perubahan secara drastis dan siswa sungguh-sungguh mengubah konsep [konsepsi, sic!]  yang telah mereka punyai (Suparno, 2013: 87).
Proses dari akomodasi harus memiliki empat kondisi agar terjadi perubahan konseptual pada siswa. The followong four seem to us to express conditions which are common to most cases of accomodation (1) There must be dissatisfaction with existing conceptions (2) A new conception must be intellegible (3) A new conception must appear initially plausible (4) A new concept should suggest the possibility of a fruitful research program (Posner, et al, 1982).
Menurut Committee on Undergraduate Science Education (1997) langkah yang dapat digunakan oleh guru untuk memperbaiki miskonsepsi yang dialami oleh siswa yaitu : Identify students’ misconceptions, Provide a forum for students to confront their misconceptions, Help students reconstruct and internalize their knowledge, based on scientific models (Committee on Undergraduate Science Education et al., 1997: 29) .Remediasi dalam kegiatan pembelajaran
Referensi : 
butuh referensi lengkap silahkan kirim email ke khairuljalil@gmail.com

3 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.