The Secret Of CARSTENSZ : Tidak sekedar novel petualangan

Ulasan novel the secret of cartensz
The Secret Of CARSTENSZ - Eksplorasi Tiada Henti Tanah Papua.
Mendaki bukanlah mencari kematian. Kita dapat hidup untuk membicarakan pendakian kita suatu hari nanti. Jika kita menjauhi kematian., kita hanya meninggalkan ketidakpastian dari gunung itu sendiri. Karena saya percaya, bahwa setiap gunung punya keajaiban dan keunikannya tersendiri. 
Begitulah beberapa kalimat pembuka dari novel ini. 
Menggugah bukan? Begitulah petikan kalimat pembuka dari Marino Gustomo
Mereka berlari dengan susah payah ditengah badai. Deru napasnya saling berpacu. semakin sesak, semakin tidak terdengar, lalu menghilang begitu saja dalam cuaca yang buruk........

......................................
Berjarak sekitar 20 menit diatas mereka, sekelompok orang bersenjata mengejar. Napas mereka tidak kalah menggebu. Mata mereka terus tertuju pada satu titik mengikuti jejak salju yang berserakan..
............
Begitulah beberapa penggal cerita pembuka di episode 1 yang berlatar tahun 1996. Siapa yang sedang dikejar  dan mengapa mereka dikejar? Akankah mereka berhasil kabur atau malah sebaliknya? 

Novel ini bercerita tentang misi eksplorasi papua yang menerbangkan satu tim gabungan ke puncak cartensz pyramid. Yups puncak tertinggi di Indonesia yang mencapai 4.884 Mdpl. Tim yang bertugas untuk mencari keberadaan robert stanford yang hilang pada tahun 1996. Robert hilang bersama dua orang peneliti lainnya.
Ekspedisi ini sebenarnya untuk mencari sebuah lokasi tambang emas terbesar di dunia, di bawah gunung yang disebut perut naga. Konon tempat ini menyimpan kandungan emas dua kali lebih banyak daripada yang ada di Grasberg saat ini.

Awal berkenalan dengan buku ini dari akun IG pustaka al-kautsar.
Novel ini tidak sekedar menyajikan tim pencari yang dipimpin kisah krisna kusuma mendaki puncak cartensz bersama tiga sahabatnya. Kita tidak hanya disuguhkan kisah petualangan antar sahabat. Yaa itu pasti didapat soal kesetiakawanan, pengorbanan, tanggungjawab, dll. Kita akan mendapati beberapa fakta nasional tentang papua walau memang beberapa sudah saya ketahui (sombong kwkwkw).    Begitu juga dengan kronologi awal mula berenangnya emas-emas papua ke amerika tanpa hambatan melalui freeport
Saat membaca novel ini hati saya begitu miris. Papua yang begitu kaya diakui dunia, di puja-puji akan kekayaan dan keindahan alamnya. Namun, apa yang mereka dapat? Mereka hanya mampu memakai koteka dari labu. 
"Pemerintah terlalu sibuk membangun jawa, memberikan anggaran yang cukup besar pada kota kota metro seperti Jakarta, Surabaya, Medan Bandung dan Makassar. Mereka lupa, kami dipapua memberikan hasil terbaik dari sumber daya alam. Tapi pemerintah tidak mengembalikannya kepada kami"  Sebenarnya kalimat kalimat ini lebih panjang hanya saja tidak elok rasanya saya ceritakan semua disini. Serius nih. Melihat fakta ini rasanya kesaaal walau saya bukan orang papua. 
Papua memiliki 2.5 miliar ton batuan bijih emas dan tembaga. Raja Ampat, pernah dengar? saya yakin pasti. Mungkin benar istilah papua merupakan "kepingan surga yang jatuh kebumi" Tapi seklai lagi apa yang mereka rakyat papua dapat? 
"Kami tidur diatas emas, berenang di atas minyak. Tapi, itu semua bukan kami punya. Kami hanya menjual buah pinang."  
Sebuah petikan kalimat Edo Kondologit di cover novel ini.
============
Eh. Kok jadi baper gini.  Hehe. Novel ini keren bingitss bahkan teori-teori konspirasi tentang pemerintahpun negeri ini ada disini. Rasanya seperti menonton film dokumenter. Besar harapan semoga saja ada rumah produksi yang mengangkat novel ini kelayar lebar. Semoga semoga (Ngarep).
Bagi kalian yang mengharapkan ada kisah romantisme cinta tenang saja ada kok. Bahkan lebih dari itu. Novel ini begitu berisi, mengangkat permasalahan papua serta peranan papua bagi Indonesia. Novel ini mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga papua dan tidak mengulang kesalahan kita membiarkan papua dicuri oleh asing. 
Latar tempat di novel ini kebanyakan di pegunungan jayawijaya (gitu ya namanya:Mungkin). Pada ketinggian 4000_an meter. Selebihnya ada beberapa kota lain. Mulai di eropa, tiongkok, jakarta dan bandung. Tapi, cerita utama tetap di carstensz Papua.
Pendapat saya Marino Gustomo sukses membuat saya takjub akan arti passion, persahabat, petualangan, persatuan, papua dan KITA Indonesia. Seperti judul novel mungkin penulis ingin mengungkapkan bahwa ada banyak kisah tersembunyi yang sebagian orang menganggap itu tidak ada atau bahkan sengaja ditutupi. Tugas kitalah harus mengungkapkannya. Oh... Freeport Pulanglah ke asalmu :D. Oh pak presiden 2019 nanti akhiri saja kontrak karya. Biarlah papua mengelolanya sendiri :) 
FYI : Setelah selesai baca novel ini saya langsung buka Google Maps dan Youtube tentang carstensz Pyramid. Tentang para porter yang unik. 
 Penasaran bagaimana kisah petualangan krisna, abdul, dendy dan rinjani di novel ini. Buruan dapetin novelnya sebelum kehabisan.
Judul         : The Secret Of Carstensz
Pengarang : Marino Gustomo, Zaynur Ridwan
Penerbit     : Penerbit Salsabila Pustaka Al-kautsar Grup
Tahun        : 2017
Tebal buku : 324 Halaman.

Jadi pengen naik ke puncak carstensz pyramid tapi menurut info di google mahal. Biayanya kayak naik haji. Lah mending naik haji Aamiin abis tu baru naik carstensz Aamiin. The Secret Of CARSTENSZ

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.