(Masih) Belajar Sabar Memanusiakan Manusia


Kadangkala saya terpaksa tertawa/tersenyum akibat lawakan garing hingga harus menahan napas menghapi tingkah laku oknum siswa yang kelewat batas.
Cerita bahagia, sedih, haru, menyenangkan bahkan mistis :D
Ya, namanya juga proses memanusiakan manusia. Ada banyak rintangan dan ujian eakkkk.
salah satunya mengenai kesabaran. 
Ada tulisan menarik dari seorang kakak saya   Annisa Ambarwati (we are not siblings)-Kakak tingkat. Maaf ya kk, fotonya saya ganti, Judulnya sekalian
Sepertinya tulisan ini mewakili perasaan saya saat menghadapi siswa dikelas.
Rasanya selama ini saya sudah cukup sabar.

Eh rasanya? Iya yah, mungkin hanya sekedar rasa-rasanya saja, bukan nyatanya. -_- Sebelumnya jarang marah, belum tentu pertanda orang sabar, sekedar tidak ada pemantik saja, flat. Dangkal! Namun sudah berani menyimpulkan 'aku (guru yang) sabar'.

Padahal janjiNya, segala sesuatu pasti disertai dengan ujian.
Sekalinya dihadapkan dengan berbagai rupa karakter siswa, akhirnya meledak juga.

Menghadapi wajah tak acuh siswa ketika tekak sedang kering-keringnya jelaskan konsep parabola, mulai terpantiklah ia. Sangwinis populer tak bisa terima pengabaian.
Waktu peringatan dengan bahasa 'suaranya dijaga' atau 'gantian ngomongnya' tak masuk telinga, mulailah yang dalam dada membara.
Ketika ditegur, eh siswanya malah jawab 'ngape emangnye!?'. Wih, Jangan ditanya lagi gimana rasanya. Semacam ada lahar panas yang siap muntah dan menenggelamkan siswa yang berani-beraninya melawan. Jengjengg!

Seru memang menurutkan emosi. Adrenalin terpacu, kecepatan bicara menderu. Tapi lupa bahwa api amarah tak hanya akan menghabisi murid, tp juga guru sekaligus kenyamanan belajar seluruh kelas. Jika sudah begitu, seakan tak pernah ada misi bahwa guru itu digugu dan ditiru.

Kutanya mereka yang lebih senior, jawabannya 'Tantangan tahun2 pertama, sedang beradaptasi.'

Baik! Tak pernah mudah. Kalo mudah berarti baru latihan soal namanya, bukan ujian. Pelajari sabarnya, amalan hati yang tak bisa berhenti sampai teori.
Positifnya adalah berarti masih punya hati, sebab jika hati mati, di bagian mana sabarnya akan diuji? Tinggal pandai-pandai saja temukan cara elegan mengelola emosi.
Boom!
Siap2 ngajar ah. Sengaja fotonya ini biar adem.. 
(@niss_Ambar)
===========================
Boom Jeggerr

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.